• Contact

Menapa Pembunuh Massal Kebanyakan Pria?

Kota kecil Newtown yang tenang mendadak ricuh setelah seorang penembak menerobos masuk sebuah SD dan melepaskan tembakan. Menurut Reuters, sebanyak 28 orang tewas, 20 di antaranya adalah anak-anak.
Pelaku diketahui bernama Adam Lanza, 20, seseorang yang memiliki masalah kejiwaan. Daily Mail menuliskan berdasarkan sumber kepolisian, pelaku membawa sedikitnya tiga senjata api, termasuk dua pistol merk Glock dan Sig Sauer, dan sebuah senapan kaliber .223 merk Bushmaster. 
dari berita VIVAnews

Itu merupakan salah satu berita terbaru tentang pembunuhan massal didunia. Di indonesia, kita tentu masih ingat dengan kasus Ryan di Jombang. Very Idham Henyansyah, atau dikenal dengan panggilan Ryan (lahir di Jombang1 Februari 1978; umur 34 tahun) adalah seorang tersangka pembunuhan berantai di Jakarta dan Jombang. Kasusnya mulai terungkap setelah penemuan mayat termutilasi di Jakarta. Setelah pemeriksaan lebih lanjut, terungkap pula bahwa Ryan telah melakukan beberapa pembunuhan lainnya dan dia mengubur para korban di halaman belakang rumahnya di Jombang.

Kondisi-kondisi diatas mendatangkan pertanyaan, kenapa pembunuh massal kebanyakan kaum pria? Menurut Marissa Harrison, asisten profesor psikologi di Penn State Harrisburg, AS, hal ini kemungkinan besar dipicu karena adanya ancaman pada status sang pelaku.
"Apapun yang mengancam status seorang pria, maka itu menjadi ancaman reproduktif," ujar Harrison yang juga menyatakan 98 persen pembunuh massal adalah laki-laki.
Kesimpulan ini didapatnya setelah memeriksa 90 pria pembunuh massal dari tahun 1996 hingga 2008. Menurut Harrison dan koleganya, ancaman itu berupa di-bully atau kehilangan pekerjaan. Ancaman ini memicu kejadian pembunuhan pada 88 persen kasus yang ada.
"Kebanyakan dari mereka punya ikatan dengan korban, atau si korban mewakili simbol tertentu pada si pembunuh," tambah Harrison.
Namun, bukan artinya perempuan tidak memiliki rasa kejam atau mendendam. Hanya sifatnya saja yang berbeda. Sebagai contoh, pria lebih suka menggunakan senjata api, sedangkan perempuan lebih memilih menenggelamkan atau mencekik korbannnya.
Mary Muscari, pendamping profesor di Decker School of Nursing di Binghamton University, menyebutkan, perempuan juga punya sifat mendendam. Terutama mereka yang sudah dilecehkan secara seksual. Perbedaan utamanya," Perempuan menyesali fantasi balas dendamnya," kata Muscari.
sumber:
http://nationalgeographic.co.id/berita/2012/12/kenapa-pembunuh-massal-kebanyakan-pria
http://dunia.news.viva.co.id/news/read/375145-kronologi-penembakan-brutal-di-sd-sandy-hook
http://id.wikipedia.org/wiki/Very_Idham_Henyansyah

Rating: 4.8

Baca Artikel lainnya dibawah ini:

Description: Menapa Pembunuh Massal Kebanyakan Pria? Rating: 4.5 Reviewer: Egi Dwi Purnomo ItemReviewed: Menapa Pembunuh Massal Kebanyakan Pria?
Posted by:Mbah Qopet
Mbah Qopet Updated at: 16.59.00

0 komentar

Posting Komentar

Tuliskan Pendapat, Kritik, atau Saran anda, berkomentarlah dengan bahasa yang baik.
Terima Kasih.

Sains

Historis